Sampul buku Kompetensi Budaya Tenaga Kesehatan Integrasi Nilai dan Praktik Budaya Lokal dalam Pelayanan Pasien: Perspektif Budaya Madura
DETAIL BUKU

Kompetensi Budaya Tenaga Kesehatan Integrasi Nilai dan Praktik Budaya Lokal dalam Pelayanan Pasien: Perspektif Budaya Madura

PenulisDessy Rindiyanti Harista, Retna Siwi Padmawati, Sri Setiyarini.
KategoriKesehatan
ISBNdalam proses
Halaman113
Tahun Terbit2026
PenerbitAlifba Media
Rp62.000

Sinopsis

Kompetensi Budaya Tenaga Kesehatan: Integrasi Nilai dan Praktik Budaya Lokal dalam Pelayanan Pasien: Perspektif Budaya Madura merupakan buku pembelajaran yang mengangkat pentingnya kompetensi budaya (cultural competence) dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang holistik, manusiawi, dan responsif terhadap keragaman nilai serta praktik budaya pasien. Dengan budaya Madura sebagai model dan konteks kajian, buku ini memperlihatkan bagaimana pemahaman terhadap nilai, kebiasaan, pola komunikasi, relasi keluarga, serta pandangan masyarakat terhadap kesehatan dapat menjadi bagian penting dalam proses pelayanan dan perawatan pasien.

Pembahasan buku mencakup lima kompetensi utama, yaitu pemahaman budaya lokal dan implikasinya terhadap perilaku kesehatan, kepemimpinan dalam pelayanan yang sensitif budaya, komunikasi terapeutik berbasis budaya dan penggunaan interpreter, etika pelayanan kesehatan serta konsep relational autonomy, dan kolaborasi interprofesional berbasis budaya. Setiap pembahasan diarahkan tidak hanya pada pemahaman konseptual, tetapi juga pada penerapannya dalam praktik perawatan pasien sehari-hari.

Keunikan buku ini terletak pada upayanya menghubungkan konsep kompetensi budaya dengan realitas kehidupan masyarakat Madura. Nilai-nilai lokal tidak ditempatkan sekadar sebagai pengetahuan antropologis, tetapi dipahami sebagai salah satu pertimbangan dalam membangun komunikasi, mengambil keputusan, menjaga martabat pasien, serta mengembangkan hubungan terapeutik antara tenaga kesehatan, pasien, keluarga, dan masyarakat.

Dilengkapi dengan studi kasus, simulasi, lembar refleksi, praktik, dan evaluasi pembelajaran, buku ini dapat menjadi referensi bagi mahasiswa dan tenaga kesehatan dalam mengembangkan keterampilan pelayanan yang sensitif terhadap budaya. Meskipun menggunakan perspektif budaya Madura, kerangka yang ditawarkan dapat diadaptasi untuk memahami dan mengintegrasikan budaya lokal lainnya di Indonesia. Buku ini pada akhirnya mengajak pembaca untuk melihat bahwa pelayanan kesehatan yang berkualitas bukan hanya tentang ketepatan tindakan medis, tetapi juga tentang kemampuan memahami manusia dalam konteks budaya, keluarga, dan lingkungan sosialnya.